Sabtu, 28 Oktober 2017

Demokrasi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Demokrasi Dalam Kehidupan Sehari-hari
PEMBAHASAN

 DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Pengertian Demokrasi Secara Etimologis Secara etimologis atau secara bahasa, demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri atas dua perkataan, yaitu “demos” yang berarti rakyat, dan “cratos” atau “cratein” yang berarti pemerintah. Dari kata tersebut berarti demokrasi adalah mengandung arti pemerintahan rakyat, yang lebih dikenal dengan pengertian pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. (government of the people,government by the people and government for the people).
           Government of the people ialah pemerintahan dari rakyat yang berhubungan dengan pemerintahan yang sah dan diakui (legitimate government) dan pemerintahan yang tidak sah (unlegitimate government) dimata rakyat. Pemerintahan yang sah dan diakui berarti pemerintahan yang mendapat dukungan dari mayoritas rakyat. Dan sebaliknya pemerintahan yang tidak sah berarrti pemerintahan yang tidak mendapatkan dukungan dan pengakuan dari rakyat.
            Government by the people ialah pemerintahan oleh rakyat ,yang menjalankan kekuasaanya atas nama rakyat bukan golongan atau keinginan sendiri. Pemerintahan menjalankan kekuasaannya dibawah pengawasan rakyat.
           Government for the people pemerintahan untuk rakyat  mengandung pengertian bahwa kekuasaan yang diamanatkan oleh rakyat kepada pemerintah atau penguasa adalah untuk kepentingan rakyat. Oleh karena  itu, pemerintah harus mendahulukan kepentingan rakyat diatas segalanya. Pemerintah harus mendengar dan mengakomodasi asprisa yang diberikan oleh rakyat dan merumuskannya dalam bentuk kebijakan-kebijakan dan menjalankan kehendak rakyat.[1]

Macam-macam Demokrasi
a.Demokrasi langsung
Demokrasi langsung merupakan sistem demokrasi yang megikut sertakan seluruh rakyat dalam pengambilan untuk menjalankan pemerintahan pemerintahan negara.
b.Demokrasi tidak langsung
Demokrasi tidak langsung merupakan sistem demokrasi yang digunakan untuk menyalurkan keinginan dari rakyat melalui perwakilan dari parlemen. Rakyat memilih wakilnya untuk membuat keputusan politik. Aspirasi rakyat di salurkan melalui wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.
c. Demokrasi formal
Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik,tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi.
d. Demokrasi material
Demokrasi material memandang manusia mempunyai kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi, sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas.
e. Demokasi campuran
Demokrasi ini merpakan campuran dari kedua demokrasi tersebut diatas. Deokrasi ini berupaya membuat kesejahteraan rakyat dengan menempatan persamaan derajat dan hak satiap orang.
f. Demokrasi liberal
Demokrasi liberal adalah demokrasi berdasarkan atas hak individu suatu warga negara yang menekankan sebuah kebebasan setiap individunya dan sering mengabaikan kepentingan umum.
g. Demokrasi Rakyat
Demokrasi rakya adalah demokrasi berdasarkan atas hak pemerintah dalam     suatu negara yang didasari dari paham sosialisme dan komunisme yang mementingkan kepentingan negara dan kepentingan umum.
h. Demokrasi pancasila.[2]
Demokrasi pancasila adalah demokrasi yang bersumber dari tata nilai sosial dan budaya bangsa Indonesia dengan berdasarkan musyawarah dan mufakat yang mengutamkakn kepentingan umum. Demokrasi pancasila merupakan ideologi negara Indonesia dan berasal dari Indonesia.

Membiasakan diri melaksanakan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan di lingkungan keluarga ,maupun lingkungan sekolah, di organisasi masyarakat (ormas) dan partai politik (parpol), serta di DPR sebagai lembaga pembuat Undang-Undang.
1.      Di Lingkungan Keluarga
Dalam kehidupan keluarga, budaya demokrasi juga memegang peranan penting. Setiap anggota keluarga mempunyai kebebasan yang sama. Kebebasan ini hendaknya dihormati oleh masing-masing anggota keluarga. Oleh karena itu, tindakan sesuka hati sendiri hendaknya dihindari. Mereka hendaknya saling bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan dan masalah yang ada. Dengan demikian, semua anggota keluarga akan merasa betah di rumah.
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan keluarga dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
•      Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara;
•      Menghargai pendapat anggota keluarga lainya;
•      Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja;
2.      Di Lingkungan Masyarakat
Dalam kehidupan bermasyarakat, sangat diperlukan kerjasama untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Untuk itu, sikap saling menghormati sangat diperlukan. Jika masing-masing oranghanya menonjolkan kepentingan, urusan, dan kehiduoan pribadinya, niscaya upaya pencapaian tersebut akan terhambat.
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
•      Bersedia mengakui kesalahan yang telah dibuatnya;
•      Kesediaan hidup bersama dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi;
•      Menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya;
3.      Di Lingkungan Sekolah
Penerapan demokrasi di sekolah hendaknya mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan bersama. Hal ini bertujuan, untuk membentuk rasa solidartas bersama.
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
•      Bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membeda-bedakan cantik jeleknyaseseorang;
•      Menerima teman-teman yang berbeda latar belakang budaya, ras dan agama;
•      Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita;
4.      Di Lingkungan Kehidupan Bernegara
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan kehidupan bernegara dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:
•      Besedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas;
•      Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya.
 


Alwi khaderi,Pendidikan pancasila untuk perguruan tinggi,(Banjarmasin,Antasari pres;2015)


ISU
Contoh ISU Demokrasi Masyarakat

 Birokrasi yang politis, KKN, dan berbelit-belit
Birokrasi semasa orde baru sangat politis. Setiap PNS itu Korpri dan wadah Korpri adalah Golkar. Jadi sama saja dengan PNS itu Golkar. Ini berbahaya karena birokrasi merupakan wilayah eksekusi kebijakan. Jika birokrasi tidak netral, maka jika suatu saat partai lain yang memegang pucuk kebijakan, maka dia akan sulit dalam menjalankan kebijakannya karena birokrasi yang seharusnya menjalankan kebijakan tersebut memihak pada partai lain. Akibatnya kebijakan tinggal kebijakan dan tidak terlaksana. Leibih parahnya, ini dapat memicu reformasi birokrasi besar-besaran setiap kali ada pergantian kepemimpinan dan tentunya ini bukanlah hal yang baik untuk stabilitas pemerintahan. Maka seharusnya birokrasi itu netral.
Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian prihatin dengan kondisi demokrasi di Tanah Air. Terlebih pada Pilkada Serentak 2017.
Dia menilai masyarakat lebih memilih mengadopsi bentuk demokrasi dari luar, ketimbang asli Indonesia. Padahal, Indonesia memiliki bentuk demokrasi yang lebih membumi.
"Demokrasi liberal sekarang sepertinya. Indonesia semenjak 1998 mulai mengadopsi demokrasi barat tapi demokrasi Pancasila yang dicetuskan sendiri pendiri bangsa kita malah dilupakan," ujar Tito Karnavian, dalam semiloka Indonesia di Persimpangan antara Negara Pancasila vs Negara Agama Hotel Aryaduta, Menteng, Sabtu (8/4/2017).
Menurut dia, mulai banyak madrasah tidak lagi mengadopsi nilai-nilai Pancasila ini. Kapolri menilai, jika ingin meniru perjuangan, tirulah semangat Sumpah Pemuda.
"Sebenarnya, momennya justru, kalau saya lihat ada di Sumpah Pemuda, bukan di peristiwa 98 jika mau bangkit bersama," kata Tito.
Dia mengatakan semangat Sumpah Pemuda tidak menampilkan latar belakang seseorang. Pada saat itu, para pemuda pemudi mendeklarasikan diri sebagai satu bangsa.
"Tahun 45 Soekarno-Hatta juga mengenalkan konsep Bineka Tinggal Ika. Saat itu mereka sudah melihat dan paham ada perbedaan tapi dimunafikkan. Mereka mengerti itu bisa jadi faktor yang memecah belah kita, tapi tujuannya kita bersatu. Sudah diantisipasi," ucap Kapolri.


KETERKAITAN
Surat al imran ayat 159
فَبِمَارَحْمَةٍمِنَاللَّهِلِنْتَلَهُمْۖوَلَوْكُنْتَفَظًّاغَلِيظَالْقَلْبِلَانْفَضُّوامِنْحَوْلِكَۖفَاعْفُعَنْهُمْوَاسْتَغْفِرْلَهُمْوَشَاوِرْهُمْفِيالْأَمْرِۖفَإِذَاعَزَمْتَفَتَوَكَّلْعَلَىاللَّهِۚإِنَّاللَّهَيُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.



SOLUSI
Menerapkan kembali bahwa demokrsasi sebagai sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat haruslah benar-benarbersih tanpa adanya campur tangan dari salah satu pihak ingin mementingkan kepentingan pribadi atau golongannya,sehingga dapat menciptakan/menerapkan demokrasi yang pro rakyat.


KESIMPULAN

Demokrasi secara harfiah identik dengan makna kedaulatan rakyat yang berarti pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah (pemerintahan rakyat). Sedangkan secara etimologis (segi bahasa) terdiri dari dua kata, berasal dari bahasa Yunani (demos) berarti rakat (penduduk suatu tempat) dan (cratein atau cratos) yang berarti kekuasaan atau kedaulatan.Jadi secara bahasa, Demokrasi adalah keadaan Negara di mana dalam sistem pemerintahannya kedaulatan di tangan rakyat, kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan rakyat, rakyat berkuasa, pemerintahan rakyat, dan kekuasaan rakyat. 2 Demokrasi mempunyai arti penting bagi masyarakat yang menggunakannya, sebab dengan demokrasi, hak masyarakat untuk menentukan sendiri jalannya organisasi Negara dijamin. Oleh karena itu, istilah demokrasi selalu memberikan posisi penting bagi rakyat walaupun secara operasional implikasinya di berbagai Negara tidak selalu sama.3 Hakikat Demokrasi sebagai suatu sistem bermasyarakat dan bernegara serta pemerintah memberikan penekanan pada keberadaan kekuasaan di tangan rakyat baik dalam penyelenggaraan Negara maupun pemerintahan. Kekuasaan pemerintah berada di tangan rakyat mengandung pengertian tiga hal:
·         Pertama, pemerintah dari rakyat (government of the people)
·         Kedua, pemerintahan oleh rakyat (government by people)
·         Ketiga,pemerintahan untuk rakyat (government for people).

DAFTAR PUSTAKA
Hasyim Muhammad, Tafisir Tematis Al Qur’an Dan Masyarakat, Yogyakarta 2007
Syahrial syarbani,Pendidikan kewarganegaraan(Bogor,Ghalia Indonesia.2014)



[1] Hasim Muhammad M,ag .Tafsir Tematis Al Qur’an dan Masyarakat,yogyakarta 2007 .hlm 32-33
[2]Syahrial syarbani,Pendidikan kewarganegaraan(Bogor,Ghalia Indonesia.2014)hlm.140-141

Tidak ada komentar:

Posting Komentar